Sebuah Catatan Di Akhir Bulan Oktober
Oleh Bapak Khairil Anwar
Dua pekan yang lalu, tepatnya di pertengahan bulan Oktober marak sekali perlombaan dan kegiatan yang bersifat keagamaan. Mulai dari lomba MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an), MHQ (Musabaqah Hifdhil Qur’an), Pidato, Adzan, Kirab dan di tutup dengan Upacara. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati HSN (Hari Santri Nasional). Ada yang sedikit berbeda para pelaksanaan HSN tahun ini, karena semua kegiatan di koordinir oleh aparat pemerintah. Apa karena Bupatinya, Gubernurnya, atau bahkan Wakil Presidennya merupakan kader salah satu Ormas yang terbesar di Indonesia? Wallahu A’lam.
Sebagaimana kita ketahui, HSN diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Sejarah mencatat, pendiri Nahdlatul Ulama (Hadlaratusy Syekh Hasyim Asy’ari) pada tanggal tersebut menyerukan Jihad kepada umat Islam untuk berperang melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Kesatuan Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Beliau berijtihad “Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman” ( ( حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ اْلاِيْمَانْ . Hal ini mengobarkan semangat arek-arek Suroboyo untuk tetap mempertahankan Kemerdekaan Bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 oktober oleh bangsa Indonesia melalui Keputusan Presiden tahun 2015. Pemerintah menunjukkan kepeduliaanya akan pentingnya peran Santri, Kyai, dan pemuka agama dalam menumbuhkan kesadaran harmoni beragama dan berbangsa di negeri ini melalui pendidikan.
Bicara tentang pendidikan, ada hal yang tidak biasa dalam pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju Jilid II, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia berasal dari kalangan anak muda, yang mewakili kaum Milenial, yaitu Bapak Nadiem Makarim. Beliau menjadi menteri paling mencolok di antara yang lain, karena menteri yang paling muda, masih berumur 35 tahun dan merupakan pendiri star up GoJek, sebuah aplikasi transportasi berbasis online. “Kita akan membuat terobosan-terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM yang siap kerja, siap berusaha, dan link and match antara pendidikan dan industri,” pesan Presiden pada Menteri Pendidikan Baru.
Pemerintah mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap para pemuda, karena di pundak merekalah terletak masa depan dan pemimpin sebuah bangsa, sebagaimana pepatah bahasa arab : شُبَّانُ الْيَومِ رِجَالُ الْغَدَ (Pemuda Masa Kini Pemimpin Masa Depan). Bung Karno berkata: “...Berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Betapa besar dan kuatnya andil pemuda dalam perjuangan kemerdekaan, mempertahankan, membangun, dan memajukan Bangsa Indonesia.
Akhir bulan ini, tepatnya tanggal 28 Oktober Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah keputusan kongres pemuda kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Ini merupakan sumbangsih yang konkret Pemuda Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Setidaknya ada enam makna Sumpah Pemuda yang bisa kita ambil pelajaran:
- Menyatukan perjuangan bangsa Indonesia
- Mendorong semangat juang
- Memaknai rasa cinta tanah air
- Menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia
- Menekankan kebanggaan akan bahasa Indonesia
- Ajakan untuk menjaga keutuhan bangsa
Pepatah arab mengatakan: لَيْسَ الَفَتى مَنْ يَقُوْلُ هَذاَ َ أَبِيْ اِنَّمَا الْفَتَى مَنْ يَقُوْلُ هَ اَنَا ذَى”Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan inilah Bapakku, sesungguhnya pemuda adalah yang mengatakan inilah aku”. Artinya bahwa pemuda tidak akan menggantungkan dirinya pada orang lain, ia mampu berdikari, berpijak dengan kakinya sendiri untuk meraih prestasi dan impiannya demi mewujudkan cita-citanya.
Allah berfirman dalam al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 9 :
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْداً
Artinya: “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (QS An-Nisa: 9)
Dalam konteks keindonesiaan, pemerintah yang baru dilantik dalam hal ini Bapak Jokowi mempunyai visi misi menjadikan Indonesia maju, berdaya saing tinggi sehingga dapat berkompetisi dengan negara-negara maju lainnya. Lewat Menteri Pendidikan dan Kebudayaannya, pemerintah ingin menciptakan generasi penerus bangsa yang berilmu pengetahuan yang luas, cakap dan terampil dalam bekerja serta berkarakter sehingga pemuda-pemuda bangsa Indonesia sebagai calon pemimpin dapat memajukan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermatabat, adil dan makmur, aman dan damai (Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur).
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini