Untuk Apa, Aku Pergi Ke Sekolah?
Pak Umam
Terkadang apa yang aku lakukan di SMAN 1 Kalitidu ini terasa monoton. Setiap hari berangkat pagi pulang sore seperti tiada berarti. Bosan, jenuh dan tidak ada seni kehidupan yang berarti. Seakan menggugurkan kewajiban menyandang status sebagai seorang pelajar SMA di usia belasan tahun ini. Lulus mendapatkan ijazah sebagai modal kerja atau kuliah. Begitulah kiranya jika kehidupanku tanpa dibumbui dengan nilai-nilai agama.
Sekolah adalah sarana kita untuk menuntut ilmu dan seluruh ilmu pengetahuan di dunia ini adalah milik Allah. Tentunya, niat awal yang harus dimiliki seorang pencari ilmu adalah mendapatkan ridha Allah melalui sarana ilmu yang dipelajarinya. Tidak hanya ilmu agama, ilmu umum juga membawa seseorang lebih dekat kepada Allah.
Maka mencari ilmu dengan niatan yang kurang tepat dapat merusak keseluruhan proses mempelajari sebuah ilmu pengetahuan. Selain mengurangi keberkahan ilmu dan kemanfaatannya, akan semakin menjauhkan seseorang dari ridha Allah. Maka tak jarang banyak orang berilmu tinggi, namun memiliki sikap dan tingkah laku yang buruk. Sesuai yang tertera di dalam al-Quran Surat al-Mujadalah ayat 11:
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dalam kitab Ta’limul Muta’alimal Zarnuji menjelaskan pedoman niat belajar yang baik yang harus dimiliki oleh semua pelajar guna mendapatkan ilmu yang bermanfaat, beliau memaparkan sebagai berikut :
- Mencari Ridha Allah
Dasar niat seseorang mencari ilmu adalah semata-mata hanya mengharap ridho Allah. Sehingga dengan memantabkan niat tersebut kita akan merasa tenang dan terarah dengan tujuan ketika hendak pergi kesekolah setiap hari.
- Memperoleh kebahagiaan akhirat
عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عمل الدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عمل الآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية.
: ”Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat yang karena buruk niatnya maka menjadi amal dunia.”
Pelajar harus mendasarkan niat belajarnya dengan Husnunniyat (niat yang baik). Al Zarnuji mendefinisikan amal akhirat adalah semua amal sekalipun itu amal duniawi tetapi dilandaskan pada niat akhirat maka amal yang akan dilaksanakan oleh seseorang itu termasuk amal akhirat.
- Berusaha memerangi kebodohan
Berniat untuk menghilangkan kebodohan dan ketidaktahuan yang ada dalam diri seseorang. Seeorang juga wajib memberikan pencerahan ilmu dari apa yang telah ia miliki baik berupa ilmu itu sendiri maupun dari buah ilmu itu sendiri yang berupa amal. Seperti halnya seorang guru, dosen, pengajar, tutor memberikan pencerahan berupa ilmu dan nasehat nasehat kepada orang lain, dokter memberikan pengobatan kepada pasiennya, montir dengan jasanya, sopir memberikan manfaat ilmunya berupa mengemudi membantu orang lain dan berbagai contoh lainnya.
- Mengembangkan dan melestarikan Islam
Niat belajar hendaknya didasarkan pada kemauan untuk senantiasa melestarikan Islam di bumi, konsep al Zarnuji membuktikan bahwa niat dalam belajar yang di sampaikan beliau memiliki orientasi yang luas, baik untuk pribadi, masyarakat, dan agama. Sebagaimana kutipan Syekh Burhanudin yang artinya: “Sungguh merupakan kehancuran yang besar seorang alim yang tak peduli, dan lebih parah dari itu seorang bodoh yang beribadah tanpa aturan, keduanya merupakan fitnah yang besar di alam semesta bagi orang-orang yang menjadikan keduanya sebagai pedoman”.
- Mensyukuri nikmat akal dan badan yang sehat
Sebagai wujud syukur atas apa yang diberikan oleh Allah kepada kita yaitu berupa akal fikiran yang sehat, raga yang sehat kita harus memaksimalkannya dengan mencari ilmu bersungguh-sungguh. Jika tidak, maka kita termasuk orang-orang yang mengkufuri nikmat Allah karena tidak menggunakan akal atau jiwa raga kita dengan baik.
- Tidak memiliki niat untuk mendapat kesohoran dari manusia
Seperti penjabaran di atas, bahwa niat itu seharusnya dituinjukkan untuk mendapat Ridho Allah SWT. Al Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Muta’allim menyebutkan, beliau tidak memperkenankan niat dalam mencari ilmu untuk mendapatkan harta banyak, penghormatan dari orang, dan sanjungan dari para petinggi atau pejabat, dan hal-hal yang bersifat duniawi murni. Niat yang utama untuk pelajar adalah agar belajar digunakan sebagai sarana mencari Ridha Allah, bukan untuk mendapatkan hal-hal materi dan duniawi saja yang selama ini menjadi orientasi keberhasilan para pelajar zaman sekarang yang bisa menjadikannya seseorang yang gila kehormatan atau jabatan.
Dari beberapa uraian di atas marilah kita berintrospeksi diri, menata niat kembali dan selalu memperbarui niat kita sepanjang belajar di SMAN 1 Kalitidu ini. Sehingga dengan menjaga niat akan ada ghiroh/semangat dalam diri kita untuk menuntut ilmu. Berangkat pagi pulang sore menjadi lebih berarti, jiwa menjadi lebih berisi. Itulah jawaban dari “untuk apa aku pergi kesekolah” ini?
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini